Mengapa Mudah Melalaikan Kewajiban Shalat?

Juni 20, 2009 at 9:50 am 1 komentar

Sebuah statsiun TV swasta menyiarkan secara langsung acara Super Mama, sebuah acara pencarian bakat yang sedang naik daun, mengekor kesuksesan program pendahulunya, Mammamia. Program ini melibatkan ratusan penonton yang hadir di studio sebagai juri, pembawa acara (host), dan 3 orang juri yang semuanya selebriti. Tidak ada yang istimewa dengan acara ini. Acara dipenuhi dengan guyonan para juri dengan pembawa acara dan peserta (calon seleb dan mamanya), penampilan performance show si calon seleb dengan ibunya, dan banyolan-banyolan splastick yang kadang-kadang yaahhh… memuakkan sebab tidak jauh-jauh dari pelecehan fisik dan kata-kata yang tidak pantas didengar (mengarah ke porno). Saya jarang sekali menonton acara ini, hanya melihat sekali-sekali ketika kebetulan pindah ke saluran TV ini karena ada tayangan iklan di saluran lain.

Yang menjadi perhatian saya adalah acara ini disiarkan secara langsung mulai pukul 6 sore hingga tengah malam terus menerus (nonstop). Pas waktu masuk shalat maghrib acara dihentikan sejenak guna mengumandangkan adzan Maghrib. Setelah itu, acara dilanjutkan kembali. Saya perhatikan para penonton di dalam studio apakah ada di antara mereka yang beranjak untuk shalat. Ternyata tidak. Mereka tetap duduk di tempatnya masing-masing. Diantara penonton itu terlihat ibu-ibu dan wanita yang memakai busana muslimah. Dengan asumsi bahwa penonton di studio mayoritas muslim, saya bertanya-tanya kapankah mereka menunaikan shalat maghrib? Ketika orang-orang di masjid, di rumah, dan di mushala menunaikan shalat maghrib, para juri dan penonton di studio tetap terkekeh-kekeh tertawa di studio.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian.

Waktu shalat Maghrib telah berlalu dan waktu shalat Isya pun datang. Sekali lagi saya amati posisi duduk penonton di studio, ternyata tetap tidak berubah. Mereka tetap asik terpingkal-pingkal menikmati guyonan dewan juri dan aksi panggung calon seleb. Hal ini terus berlangsung hingga tengah malam. Saya mengasumsikan para penonton di studio itu memang tidak melakukan shalat karena berbagai alasan, dugaan saya adalah: (1) dilarang produser untuk meninggalkan tempat duduk untuk menunaikan shalat karena dapat merusak acara, (2) merasa malu melakukan shalat karena hampir sebagian besar penonton lain tidak ada yang shalat, (3) tidak tersedia tempat shalat di dekat studio, (4) memang tidak pernah atau jarang melakukan shalat. Kecuali kalau ada penonton wanita sedang datang bulan memang tidak ada kewajiban shalat bagi mereka.

Begitulah, banyak orang (muslim) yang dengan mudah melalaikan kewajiban shalat karena terlena dengan gemerlap dunia. Untuk menemui Tuhan mereka saja yang hanya butuh waktu 10 menit mereka tidak mau. Fenomena seperti ini banyak kita temukan pada acara-acara TV yang melewati waktu shalat Maghrib, atau pada pertandingan sepakbola yang dimulai sebelum waktu Ashar dan selesai ketika adzan Maghrib berkumandang, acara kunjungan yang memakan waktu, jalan-jalan ke tempat rekreasi, dan sebagainya. Banyak orang yang merasa enggan menunaikan shalat pada situasi seperti itu karena mungkin merasa repot, sungkan, malu, dan sebagainya. Jika ada satu dua orang yang tetap menunaikan shalat di tempat umum pada situasi dan kondisi seperti itu, saya pikir itu luar biasa sebab dia menjadi orang yang tidak biasa di tengah orang-orang lain yang enggan atau tidak menunaikan shalat.

Imam Al-Ghazali, seorang ulama Islam terkenal, pernah membuat sebuah teka-teki kepada murid-muridnya, yang salah satunya adalah: apa yang paling ringan di dunia ini. Murid-muridnya ada yang menjawab kapaslah yang paling ringan, sebagian lagi menjawab debu, sebagian lagi menjawab angin. Jawab Imam Ghazali, semua jawaban itu benar adanya, tetapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita dengan gampang meninggalkan shalat.

Dalam sebuah rapat di kampus saya pernah sangat gelisah karena rapat yang dimulai pukul 16.00 belum juga selesai hingga waktu maghrib sudah berllau beberapa puluh menit. Tidak ada keinginan si pemimpin rapat menghentikan (break) sejenak untuk memberikan kesempatan pada peserta rapat untuk shalat. Pemimpin rapat dan peserta lain asik saja melanjutkan diskusi. Saya yang duduk di dalam ruangan itu sudah tidak tahan lagi dan tidak berminat mendengarkan mereka. Pikiran saya sudah tidak konsentrasi lagi dan ingin segera lari keluar karena waktu shalat maghrib hampir habis. Duh.

Betapa merugi orang-orang yang melalaikan kewjaiban shalat. Amalan pertama yang dihisab oleh Allah SWT dihari akhir adalah shalat. Shalat adalah tiang agama. Kalau shalat selalu ditegakkan 5 kali dalam sehari semalam, maka insya Allah hal yang lain-lainnya juga baik, dengan catatan shalatnya dikerjakan dengan benar. Setiap bacaan di dalam shalat mulai dari doa iftitah hingga tahyat adalah doa pengharapan kepada Allah SWT agar selalu berada pada jalan yang lurus. Dengan shalat berarti kita selalu mengingat Allah SWT sehingga kita terhindar dari berbuat dosa (maksiat misalnya). Shalat juga mendidik kita kedisiplinan waktu, sedangkan shalat berjamaah mengajarkan kita selalu merapatkan barisan untuk bersatu. Banyaklah manfaat shalat pada diri seseorang, namun banyak manusia tidak mau mendapat manfaat itu. Dunia yang fana ini memang sudah melenakan banyak orang.

sumber http://rinaldimunir.wordpress.com/20…ajiban-shalat/

Entry filed under: ibadah, Umum. Tags: , , , , , , , , .

Setelah Perang Furqon 23 Hari; Wawancara Eksklusif dengan Juru Bicara Brigade Al-Qassam Mengapa harus shalat subuh?

1 Komentar Add your own

  • 1. abdullah alkaf  |  Juni 30, 2009 pukul 1:52 am

    tulisan yang anda tampilkan sangat bermanfaat bagi dakwah islam. hendaknya anda juga menyoroti sistem pendidikan indonesia yang cenderung tidaka islami. di sekolah umum sangat sedikit pelajaran agama dan lebih banyak pelajaran yang sebenarnya bisa diajarkan diluar sekolah seperti olah raga, kesenian, keterampilan, dll. alangkah indahnya andaikata semua orang belajar agama dari SD sampai SMP dan setelah itu baru belajar umumsecara total. afwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Islamic calender

Islamic clock

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 151,319 hits

Arsip

Feeds


%d blogger menyukai ini: