Hukum riba dan bunga bank

Juni 13, 2009 at 10:42 am 2 komentar

“Ar-ribaa” menurut bahasa artinya az-ziyaadah yaitu tambahan atau kelebihan. Riba menurut istilah syara’ ialah suatu aqad perjanjian yang terjadi dalam tukar-menukar suatu barang yang tidak diketahui sama atau tidaknya menurut syara’ atau dalam tukar-menukar itu disyaratkan dengan menerima salah satu dari dua barang. Riba hukumnya haram dan Allah melarang untuk memakan barang riba. Allah SWT berfirman : “sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah : 275). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imran : 130). Jika Allah melarang hamba untuk memakan riba, maka Allah juga menjanjikan untuk melipat-gandakan orang yang dengan ikhlas mengeluarkan zakat, infaq dan shadaqah. Allah SWT berfirman : “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah : 276). Rasulullah SAW bersabda : Dari Jabir ra, ia berkata, Rasulullah SAW telah melaknat ornag-orang yang memakan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikannya dan (selanjutnya Nabi bersabda) mereka itu semua sama saja.” (HR. Muslim).

Jenis-jeni Riba 1. Riba Fadhl, yaitu tukar-menukar dua barang yang sama jenisnya dengan tidak sama ukurannya yang disyaratkan oleh yang menukarkan. Contoh, tukar-menukar emas dengan emas, beras dengan beras, dengan ada kelebihan yang disyaratkan oleh orang yang menukarkannya. Supaya tukar-menukar seperti ini tidak termasuk riba, maka harus memenuhi tiga syarat : 1. Tukar-menukar barang tersebut harus sama 2. Timbangan atau takarannya harus sama 3. Serah terima pada saat itu juga. Rasulullah SAW bersabda : Dari Ubadah bin Ash-Shamit ra, Nabi SAW telah bersabda : “Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, syair dengan syair, kurma dengan kurma, garam dengan garam, hendaklah sama banyaknya, tunai dan timbang terima, maka apabila berlainan jenisnya, maka boleh kamu menjual sekehendakmu, asalkan dengan tunai.” (HR. Muslim dan Ahmad). 2. Riba Qardhi, yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau tambahan dari orang yang meminjami. Contoh, A meminjam uang kepada B sebesar Rp. 5.000 dan B mengharuskan kepada A mengembalikan uang itu sebesar Rp. 5.500. Tambahan lima ratus rupiah adalah riba qardhi. 3. Riba Yad, yaitu berpisah dari tempat aqad jual-beli sebelum serah terima. Misalnya orang yang membeli suatu barang sebelum ia menerima barang tersebut dari penjual, antara penjual dan pembeli berpisah sebelum serah terima barang itu. 4. Riba Nasiah, yaitu tukar-menukar dua barang yang sejenis maupun tidak sejenis atau jua-beli yang bayarannya disyaratkan lebih oleh penjual dengan dilambatkan. Contoh, A membeli arloji seharga Rp. 500.000. Oleh penjual disyaratkan membayarnya tahun depan dengan harga Rp. 525.000. Ketentuan melambatkan pembayaran satu tahun dinamakan riba nasiah. Rasulullah SAW bersabda : Dari Samurah bin Jundub ra, sesungguhnya Nabi SAW telah melarang jual-beli bintang dengan binatang yang pembayarannya diakhirkan.” (HR. Lima ahli hadits dan disahkan oleh At-Turmudzi dan Abu Dawud).

Tanggapan:

Saya ingin menanyakan mengenai hukum daripada perdagangan bursa berjangka (jual beli saham, forex, options,dll). Seperti contoh sederhananya adalah dalam contoh bentuk investasi rumah yang kita beli di hari ini dan menjualnya di tahun2 mendatang karena harga rumah yang memang akan selalu naik setiap waktunya dan kita mengambil keuntungan dari harga yang berbeda dari harga yang kita beli pertama kali dan menjualnya pada tahun-tahun tertentu.
Contoh berikutnya adalah ketika misalnya kita ingin membeli hasil perkebunan (belum berbuah dan masih muda) dan kita telah mengikat kontrak dengan pengusaha perkebunan bahwa untuk membeli hasil perkebunan sekarang maka harganya akan lebih murah ketimbang kita membelinya pada saat telah berbuah, tetapi dengan resiko kalau sudah berbuah apakah hasilnya akan bagus atau tidak itu ditentukan kemudian, misal jika buah tersebut akhirnya banyak yang busuk dan kita akhirnya merugi , begitu juga sebaliknya jika berbuah bagus-bagus maka kita akan untung besar. Inilah salah satu contoh spekulasi dalam berdagang dan biasanya banyak terdapat pada perdagangan bursa berjangka, sehingga dalam kegiatannya banyak membutuhkan suatu analisis yang tepat dan itu cukup menguras otak (usaha).
Apakah ini juga termasuk riba nasiah?

Salah satu di dalam bursa berjangka adalah Forex atau pertukaran mata uang asing. Apakah ini juga termasuk riba apabila kita mengambil keuntungan dari selisih harga jual dan beli mata uang yang selalu berfluktuatif setiap waktunya. Perlu diketahui bahwa pergerakan harga itu terjadi karena adanya pelaku pasar (investor, ekspor-impor,inflasi,permintaan, penawaran,dsb).
Apakah ini juga termasuk salah satu riba?

Terima kasih

jawaban:

afwan, secara detail penulis belum memahami substansinya, tapi mungkin tulisan konsultasi syariah dibawah ini dapat dijadikan referensi

Pandangan Syariah tentang Future Trading

Assalamu’alaikum wr. wb.

Bagaimana pandangan islam mengenai bursa dan orang yang bekerja di dalamnya bursa komoditi berjangka (futures trading). Bisnis ini dikatatakan sebagai bisnis di masa depan. Barangkali ustadz bisa sedikit menjelaskan pandangan syariah tentang jenis bursa yang satu ini. Terima kasih.

Kiki

Jawaban:

Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulilahi Rabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihih wa sallam, wa ba’du.

Kita di zaman ini mengenal sebuah jenis bursa baru yaitu Future Trading atau Future Komoditi. Dan sesuai dengan istilahnya, bisnis ini memang merupakan sebuah perdagangan di masa depan. Yaitu sebuah komoditas yang dijual namun baru akan ada wujud komoditasnya itu nanti di masa yang akan datang.

Gambaran sederhananya adalah seorang petani besar menjual padi yang akan dipanennya kepada pihak lain meskipun padinya saat ini sedang atau malah belum ditanam. Namun dia menjual padi itu dengan harga hasil panen nanti. Sebab diperkirakan dalam waktu 3 bulan, padi yang akan dihasilkan dari sawahnya akan mencapai 1 juta ton. Maka saat ini dia sudah menjual padi dengan kuantitas 1 juta ton dan telah menerima uangnya saat ini pula.

Pihak pembeli secara hukum adalah pemilik 1 juta ton padi yang dalam waktu 3 ulan lagi akan segera terwujud. Namun sebenarnya pihak pembeli sama sekali tidak butuh padi sebanyak 1 juta ton. Surat pembelian/hak atas padi 1 juta ton itu pun ditawarkan kepada pihak lain, tentu saja dengan harga yang lebih tinggi.

Pihak lain akan menaksir kira-kira berapa harga 1 juta ton padi pada tiga ulan ke depan. Bila menurut analisa konsultan bahan pangan, harganya akan melambung naik tiga bulan lagi, maka dia pun akan membelinya dari bursa omoditi itu. Demikianlah kepemilikan padi 1 juta ton itu akan berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan lain, antara sekian banyak pialang future komoditi.

Antara Future Trading dengan Bai’us Salam

Sekilas memang ada kemiripan antara Future Trading ini dengan akad Bai’ Salam atau salaf, yaitu jual beli dengan pembayaran harga yang disepakati secara tunai, sedang penyerahan barangnya ditangguhkan kemudian pada waktu yang dijanjikan oleh penjual dan disetujui pembeli (jatuh tempo).

Dalam akad salam harga sudah tetap, tidak dikenal padanya penambahan, kenaikan atau pun penurunan harga.

Kebolehan transaksi bai’us salam ini berdarkan hadtis Rasulullah SAW dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW datang ke Madinah, sedang masyarakat Madinah melakukan transaksi Salaf (Salam) setahun, dan dua tahun. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang melakukan salaf, maka lakukanlah dalam takaran yang jelas, timbangan yang jelas dan waktu yang jelas.”” (Muttafaqun ‘alaihi)

Namun bila menilik lebih dalam serta membandingkan secara cermat antara future komoditi dengan bai’us salam, ada beberapa titik perbedaan yang amat besar. Misalnya pada motivasi pembeli future komoditi. Bila dalam bai’us salam motivasinya adalah semata-mata hubungan antara penjual dan pembeli, namun dalam future komoditi lebih dari itu. Sebab pembeli bukan semata-mata berniat untuk membeli barang, namun berniat untuk berdagang atau menjual kembali dengan melihat fluktuasi harga. Dengan hitungan tertentu, pada saat harga barang rendah, dia akan membeli sebanyak-banyaknya. Sambil memperkirakan kapankah nanti harga barang akan naik sesuai dengan usia panen tanaman itu. Bila tiba waktunya, pada saat harga barang tinggi maka ia melepas surat tanda kepemilikan barang.

Begitulah berpindah-pindah dari satu orang ke-orang lain menjual surat berharga tersebut tanpa mengetahui barangnya. Unsur penambahan/kenaikan harga atau penurunan/pengurangan harga setelah transaksi dan pembayaran dilunasi disebut capital gain.

Letak Keharaman Akad Ini

Gambling

Unsur penambahan atau pengurangan inilah sebenarnya yang mengandung karakter gambling (maysir). Dalam konteks ini, para ulama memandang bahwa bursa komoditi seperti ini sangat erat dengan sebuah perjudian yang haram hukumnya. Jelasnya dalam bisnis seperti ini, target pembeli adalah melakukan praktek gambling (qimar/maysir) dengan naik turunnya harga barang yang ditentukan oleh pasar. Sebab bukan dengan melihat dan memeriksa terlebih dahulu barang itu. Sehingga baik pembeli maupun penjual sama sekali tidak pernah melihat langsung barang yang mereka perjual belikan. Bahkan transaksi itu hanya lewat pembicaraan telepon.

Unsur Jahalah

Hal lain yang membuat tidak diterimanya bisnis seperti ini oleh syariat dalah bahwa pembeli menjual kembali barang yang belum ia terima kepada pembeli kedua atau orang lain. Padahal salah satu syarat dari syahnya jual beli adalah adanya al-Qabdh, yaitu penerimaan barang dari penjual kepada pembeli. Padahal baik penjual maupun pembeli, keduanya sama-sama tidak pernah tahu di manakah barang itu dan seperti apa rupanya. Bahkan bisa jadi rangnya memang tidak ada sama sekali, entah karena diserang hama dan sebagainya.

Profesi Konsultan pada Future Trading

Adapun memberikan jasa konsultasi untuk keperluan Future Trading yang mengandung unsur praktek haram seperti diatas termasuk memberikan dukungan untuk suatu kema’siatan atau manivestasi ta’awun ‘alal itsmi. Maka, penghasilan yang diperoleh dari jasa konsultasi ini hukumnya adalah haram.

Hal yang hampir mirip terjadi juga pada bursa saham dan money changher. Kedua model akad ini secara mendasar adalah halal. Tetapi hukum itu berubah jika sudah mengarah pada maisir (gambling), yaitu motivasi jual beli saham untuk mencari selisih keuntungan, bukan penyertaan modal.

Begitu juga pada jual beli mata uang, motivasinya untuk mencari keuntungan dari selisih harga tersebut bukan untuk kebutuhan, misalnya ke luar negeri dan lain-lain.

Maka hukum kedua jenis transaksi tersebut berubah dari halal menjadi haram, karena sudah masuk pada judi yang diharamkan Allah.

Wallahu A’lam Bish-shawab
Wassalamu ‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ahmad Sarwat, Lc.

sumber: http://ari2abdillah.wordpress.com/

Entry filed under: ibadah. Tags: , , , , , , .

ayat-ayat tentang riba Macam-Macam Riba

2 Komentar Add your own

  • 1. adi  |  Maret 24, 2010 pukul 7:35 am

    makasiiiiiiiiiiiiiiiih………………….

  • 2. arul  |  Agustus 21, 2010 pukul 9:30 am

    jadi kesimpulan tentang trading itu gimana mas? saya kok gak mudeng.. tolong kasih tau apakah haram atau halal kah trading itu…
    tolong balas ke email saya. …

    trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Islamic calender

Islamic clock

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 151,319 hits

Arsip

Feeds


%d blogger menyukai ini: