PKS dan jilbab

Juni 6, 2009 at 2:30 pm 4 komentar

Soal Jilbab, Wahdah Marah pada Tifatul

(fajar.or.id, Rabu 3 Juni 2009)

MAKASSAR — Hubungan akrab antara Wahdah Islamiyah dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terjalin baik selama ini mulai retak. Itu dipicu komentar Presiden PKS, Tifatul Sembiring, pada salah satu majalah nasional terbitan terbaru. Statemen Tifatul dinilai telah menyakitkan umat Islam. Wahdah pun mendesak Tifatul untuk meminta maaf sekaligus mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Wahdah memberi deadline secepatnya. Wakil Ketua Umum DPP WI M Ikhwan Abdul Jalil, saat jumpa pers di kantornya, 2 Juni 2009, mengatakan isu jilbab sangat serius dari segi aqidah. Jilbab, katanya, bukan sekadar simbol semata, tapi pengejawantahan dari ajaran dan perintah Allah.

Pada Majalah Tempo edisi 1-7 Juni, Presiden PKS Tifatul Sembiring mengomentari polemik jilbab antara para istri capres. Istri SBY dan istri Boediono sempat dipersoalkan dan dijadikan komoditas kampanye karena tak berjilbab. Nah, menanggapi masalah itu, Tifatul Sembiring membela istri SBY-Boediono. Dia mengatakan, “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik? Soal selembar kain saja kok dirisaukan.” Kalimat terakhir itulah yang diprotes Wahdah. Ikhwan mengatakan jilbab tidak bisa dipermainkan. Seharusnya, katanya, PKS sebagai partai dakwah tidak mengeluarkan pernyataan seperti itu. “Makanya, kami meminta dan menuntut saudara Tifatul Sembiring untuk melakukan klarifikasi terhadap pernyataan ini. Jika tidak, maka Wahdah dan komponen umat Islam lain tidak percaya lagi terhadap PKS,” tegas Ikhwan. Menanggapi tuntutan itu, Ketua DPW PKS Sulsel, Najamuddin Marahamid, mengaku tidak percaya Tifatul mengeluarkan statemen seperti itu. Najamuddin mengaku sangat kenal dengan pribadi Tifatul. Najamuddin mengatakan harus ditelusuri dulu apakah benar Tifatul mengeluarkan statemen seperti itu. Najamuddin sangat yakin Tifatul tidak menafikan jilbab yang notabene diwajibkan bagi muslimah. (sap)

sumber: http://www.wahdah.or.id

Entry filed under: ibadah, pendidikan Islam, sirah nabi. Tags: , , , , , , , , , .

Karikatur dunia Arab dan Islam Akhir kehidupan Saddam Husein; catatan dan pelajaran

4 Komentar Add your own

  • 1. fahroel  |  Juni 7, 2009 pukul 6:42 am

    jangan mengatakan dakwah,, bila kita masih mencari kemnangan dengan menghalalkan segala cara.. jangan menjual prinsip karena mencari kekuasaan

  • 2. aqsa  |  Juni 12, 2009 pukul 10:19 pm

    yang perlu kita lakukan ketika mendengar kabar adalah melakukan tabayun kepada pelakunya secara khusus, agar prasangka-prasangka itu tidak mendekap dalam benak kita, ane kira dalam al-quran telah di jelaskan agar kita menghindari prasangka, karna sebagian dari prasangka adalah dosa. jangan sampai kita sesama ormas islam yang saling menjatuhkan. seharusnya kita bersatu ketika kita menginginkan sebuah daulah yang islami.

    sahih mas Aqsa. harus dilihat dan dicek terlebih dahulu. karena setan selalu menjadikan kita selalu suudzan kepada sesama saudara kita, syukran atas tanggapannya. fatabayyanuu an tushiibuu qauman bijahaalatin fa tusbihuu `alaa ma fa’altum naadimiiin….

  • 3. sendy  |  Juni 28, 2009 pukul 12:37 pm

    fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al Ilmiyah (Majelis fatwa-nya ARAB saudi)
    Tanya :
    Kami melihat masih banyak orang ketika mereka melihat orang lain yang bersungguh-sungguh dalam beragama atau beribadah malah memperolok-oloknya. Sebagian yang lain ada yang berbicara tentang agama dengan nada mengejek dan memperolok-olok. Bagaimanakah orang yang seperti ini?
    Jawab: “Memperolok-olok agama Islam atau bagiannya adalah kufur akbar, berdasarkan firman Allah :
    وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
    Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab:”Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah:”Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”.
    لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ
    Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami mema’afkan segolongan dari kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) di sebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At Taubah 9 : 65-66).
    Barangsiapa mengolok-olok orang yang bersungguh-sungguh dalam beragama atau menjaga shalatnya disebabkan kesungguhan dan konsistennya di dalam beragama, maka tergolong ke dalam mengolok-olok agama. Tidak diperbolehkan duduk-duduk dan bersahabat dengan orang seperti ini. Demikian juga dengan orang yang membicarakan masalah-masalah agama dengan nada menghina dan mengejek, maka dapat dikategorikan kafir, tidak boleh berteman dan duduk bersama mereka. Bahkan kita harus mengingkarinya, mengingatkan orang lain agar jangan mendekatinya, juga menganjurkan kepadanya agar bertaubat kepada Allah karena sesungguhnya Dia Maha menerima taubat. Jika ia tidak mau bertaubat, maka dia dapat diajukan ke pengadilan setelah benar-benar terbukti ia melakukan penghinaan dan pelecehan terhadap agama Islam dan dengan membawa saksi yang adil supaya mendapatkan keputusan hukuman dari mahkamah syar’iyyah (pengadilan Islam).

    Intinya, bahwa masalah ini adalah masalah yang sangat besar dan berbahaya, maka wajib bagi setiap muslim untuk mengetahui ajaran agamanya, supaya dapat berhati-hati dari hal ini dan agar dapat mengingatkan orang tentang bahaya menghina, mengolok-olok dan melecehkan agama. Sebab hal ini merusak aqidah dan merupakan penghinaan terhadap al-haq dan para pelakunya. (Syaikh Ibnu Baz)
    sumber : http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=402

  • 4. muhannad  |  Juni 28, 2009 pukul 6:03 pm

    Benar sekali fatwa dari al lajnah ad daimah. dahulu memang sempat ana berpikir jangan-jangan perkataan pak tifatul hanya sekedar berita dan bukan fakta. tapi rupanya kok benar, rupanya dia mengucapkan hal itu. jadi sangat disayangkan. jangan karena ada kepentingan dunia maka kita tidak lagi menjunjung syariat. ini tentu suatu pelajaran jangan sampai kita berbuat seperti itu. dan untuk kita-kita yang tahu, mari kita menasihati mereka terutama pak tifatul jangan sampai berbuat seperti itu lagi. kepada para kadernya juga kita nasihati toh mereka juga masih saudara kita kan. memang yang selama ini kita perhatikan kajian dan pembinaan di antara kadernya tidak begitu dalam lagi. dalam arti kebanyakan kadernya hanya diberi wawasan tentang politik saja. para murabbinya juga bukan orang yang berkompeten dalam bidang syar’i, bahkan banyak dari mereka yang juga tidak bisa ngaji quran. mohon kepada seluruh kader PKS agar masalah penting ini diperhatikan. ana hanya ingin menasihati karena antum adalah masih saudara bagi ana. jadi jangan lupa untuk tetap berpegang teguh kepada al Quran dan As Sunnah. jangan terlalu sibuk dengan politik lah. pehatikan sisi agama, itu yang paling penting. syukran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Islamic calender

Islamic clock

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 151,504 hits

Klik tertinggi

    Arsip

    Feeds


    %d blogger menyukai ini: