Tulisan tulisan yang dikaitkan (tagged) shalat

Apa Hukum Merayakan Maulid Nabi?


Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah menjawab:

Pertama, malam kelahiran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti kapan. Bahkan sebagian ulama masa kini menyimpulkan hasil penelitian mereka bahwa sesungguhnya malam kelahiran beliau adalah pada tanggal 9 Robi’ul Awwal dan bukan malam 12 Robi’ul Awwal. Oleh sebab itu maka menjadikan perayaan pada malam 12 Robi’ul Awwal tidak ada dasarnya dari sisi latar belakang historis.

Kedua, dari sisi tinjauan syariat maka merayakannya pun tidak ada dasarnya. Karena apabila hal itu memang termasuk bagian syariat Allah maka tentunya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukannya atau beliau sampaikan kepada umatnya. Dan jika beliau pernah melakukannya atau menyampaikannya maka mestinya ajaran itu terus terjaga, sebab Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Quran dan Kami lah yang menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9) (lagi…)

Add comment Juni 26, 2009

Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barakah dan penuh dengan keutamaan. Allah subhanahu wa ta’ala telah mensyariatkan dalam bulan tersebut berbagai macam amalan ibadah yang banyak agar manusia semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Akan tetapi sebagian dari kaum muslimin berpaling dari keutamaan ini dan membuat cara-cara baru dalam beribadah. Mereka lupa firman Allah ta’ala, “Pada hari ini Aku telah menyempurnakan agama kalian.” (QS. Al-Maidah: 3). Mereka ingin melalaikan manusia dari ibadah yang disyariatkan. Mereka tidak merasa cukup dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ridhwanullahi ‘alaihim ajma’iin. (lagi…)

6 comments Juni 24, 2009

HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB

Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB

[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa’ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]

[2]. Kata Imam an-Nawawy:
“Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]

Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)] (lagi…)

2 comments Juni 23, 2009

Mengapa harus shalat subuh?

Oleh Tontowy Djauhari Hamzah
“Dirikanlah shalat di waktu tergelincir matahari
sampai gelap malam,
dan dirikanlah shalat Subuh,
sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan.”
Qs. Al-Israa’ (17) ayat 78.

Ahad lalu saya shalat ‘Ashar berjamaah di mushalla pribadi pak Syamsi. Ikut serta di antaranya Iwan, anak remaja pak Syamsi, dan Adi sahabat Iwan, juga Luthfie dan pak Mustopha Menawi tetangga terdekat keluarga pak Syamsi.

Mushalla pribadi milik pak Syamsi adalah sebuah bangunan semi permanen yang didominasi warna ungu, terletak terpisah dari bangunan utama, dan merupakan bangunan yang berada paling depan. (lagi…)

Add comment Juni 20, 2009

Mengapa Mudah Melalaikan Kewajiban Shalat?

Sebuah statsiun TV swasta menyiarkan secara langsung acara Super Mama, sebuah acara pencarian bakat yang sedang naik daun, mengekor kesuksesan program pendahulunya, Mammamia. Program ini melibatkan ratusan penonton yang hadir di studio sebagai juri, pembawa acara (host), dan 3 orang juri yang semuanya selebriti. Tidak ada yang istimewa dengan acara ini. Acara dipenuhi dengan guyonan para juri dengan pembawa acara dan peserta (calon seleb dan mamanya), penampilan performance show si calon seleb dengan ibunya, dan banyolan-banyolan splastick yang kadang-kadang yaahhh… memuakkan sebab tidak jauh-jauh dari pelecehan fisik dan kata-kata yang tidak pantas didengar (mengarah ke porno). Saya jarang sekali menonton acara ini, hanya melihat sekali-sekali ketika kebetulan pindah ke saluran TV ini karena ada tayangan iklan di saluran lain. (lagi…)

1 comment Juni 20, 2009

Kerja Hanya ‘SELINGAN’ untuk menunggu Kewajiban SHOLAT

Artikel ini sengaja di posting ulang buat pengingat diri ini yang sering lupa

“Robbij’alnii muqiimas sholati wa min dzurriyatii Rabbana Taqobbal Du’aa”.

Ya Allah Ya Rabb ku, jadikanlah aku dan keluargaku orang yang mendirikan sholat, Ya Robb kabulkan lah do’a ku.

“Yaa Muqollibal quluub tsabit quluubana ila diinika”.

“Robbana la tuzigh quluubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmah , innaka Antal Wahaab”.

Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikan hati ini tetapkanlah kami dalam Agama-Mu Ya Allah Ya Tuhan kami janganlah Kau palingkan hati ini setelah datangnya petunjuk ini kepada kami dan berikan lah kami dari kasih sayang-Mu, karena sesungguhnya hanya Engkau lah Yang Maha Pemberi.

Sejenak kita mengambil pembelajaran serta hikmah dari kisah berikut, : Sumber : Abang Eddy Adriansyah, hendrayana & pimpinan redaksi CyberMq

Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk mencari klien yang bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu pula, dengan segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis. Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Bengkelnya masih rumah kayu, masih seluas dulu, ketika pertama kali saya berkunjung ke sana. Pak Azispun tampak awet muda, sama seperti dulu. Masih dengan sigaret kreteknya, masih langsing dan tampak sehat, hanya pakaiannya yang sedikit berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an (wajah sering wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya. Karena lama tidak bertemu, sebelum sampai ke pokok permasalahan, kami berbincang-bincang cukup lama. (lagi…)

2 comments Juni 20, 2009

shalat menghadap kuburan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Janganlah kalian sholat ke arah kubur dan janganlah duduk di atasnya.” (HR. Muslim [972/2248] dari Abu Martsad al-Ghanawi radhiyallahu’anhu)

an-Nawawi rahimahullah berkata, “Di dalam hadits ini terdapat dalil yang tegas melarang shalat menghadap ke kubur.” (Syarh Muslim, 4/268).

Imam al-Munawi rahimahullah menjelaskan di dalam kitabnya Faidh al-Qadir, “Artinya janganlah sholat menghadap ke arahnya, karena hal itu menunjukkan sikap pengagungan yang begitu dalam..” Beliau juga mengatakan, “Sesungguhnya perbuatan itu dibenci. Apabila ada seseorang yang sengaja mencari berkah dengan cara menempati daerah tersebut maka dia telah menciptakan kebid’ahan di dalam agama yang sudah jelas tidak mendapatkan legalitas dari Allah. Yang dimaksud dengan larangan ini adalah karahah tanzih (makruh). an-Nawawi mengatakan, ‘Demikianlah yang dikatakan oleh para ulama madzhab kami (madzhab Syafi’i). Seandainya dilontarkan pendapat bahwa hal itu dihukumi haram tentunya itu bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Dari hadits ini pula diambil kesimpulan hukum terlarangnya sholat di atas kubur. Dan perbuatan itu dihukumi makruh akan tetapi karahah tahrim/haram.’…” Syaikh al-Albani rahimahullah mengatakan, “Dan perlu diketahui bahwa pengharaman yang disebutkan ini diberlakukan bagi yang tidak sengaja sholat menghadap kubur dalam rangka pengagungan, adapun bagi yang sengaja maka jelas itu merupakan tindakan kesyirikan.” Oleh sebab itu Syaikh al-Albani berkesimpulan dari hadits ini tentang haramnya sholat menghadap ke arah kubur. Beliau berkata setelah membawakan hadits ini, “Di dalam hadits ini terkandung dalil atas haramnya sholat menghadap kubur berdasarkan penunjukkan zhahir lafazh larangan. Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi.” (diringkas dari Ahkam al-Jana’iz, hal. 269) (lagi…)

1 comment Juni 13, 2009

Hukum Shalat di Masjid yang ada kuburannya

Berkaitan dengan permasalahan ini maka perlu dibahas dari dua sisi:
1. Shalat di area pekuburan.
2. Shalat menghadap ke kuburan.
Masalah shalat di atas area pekuburan, hal ini diperselisihkan oleh para ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam Iqtidha Shirathal Mustaqim (hal. 467): “Para fuqaha telah berbeda pendapat mengenai shalat di area pekuburan, (hukumnya) haram atau makruh? Jika dikatakan haram maka apakah shalatnya tetap sah (meskipun pelakunya berdosa) atau tidak? Yang masyhur di kalangan kami1 bahwa hukumnya haram dan shalatnya tidak sah (batal).”
Syaikhul Islam rahimahullah juga berkata di dalam kitab yang sama pada hal. 460 berkenaan dengan masjid yang dibangun di atas kuburan2: “Aku tidak mengetahui adanya khilaf (perselisihan pendapat) tentang dibencinya shalat di masjid tersebut dan menurut pendapat yang masyhur dalam madzhab kami shalat (tersebut) tidak sah (batal) karena adanya larangan dan laknat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap perkara itu.”
Jadi shalat di area pekuburan (tanpa masjid) begitu pula di masjid yang dibangun di atas kuburan hukumnya haram menurut pendapat yang masyhur di kalangan Hanabilah mengikuti pendapat Al-Imam Ahmad sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hazm darinya dan dibenarkan (dirajihkan) oleh Ibnu Hazm. (Lihat Ahkamul Janaiz karya Al-Albani rahimahullah hal. 273-274). Dan pendapat ini dirajihkan (dipilih) pula oleh Syaikhul Islam rahimahullah sebagaimana dalam Al-Ikhtiyarat Al-’Ilmiyyah hal. 25, Asy-Syaukani rahimahullah dalam Nailul Authar (2/134), Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah dalam Asy-Syarhul Mumti’ (2/232-236) dan Syarh Bulughul Maram (kaset).3 Begitu pula Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan batalnya shalat di masjid yang dibangun di atas kuburan dalam Zadul Ma’ad (3/572) dan Syaikh kami Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah dalam Ijabatus Sail hal. 200. (lagi…)

1 comment Juni 12, 2009

Hukum meninggalkan shalat

Pertanyaan:
Kakak saya tidak melaksanakan shalat, apakah saya boleh berhubungan dengannya atau tidak? Perlu diketahui bahwa ia hanyalah kakak saya seayah. (lagi…)

2 comments Juni 11, 2009

surat Hud, tilawah yang khusyu’ dari Syaikh Su’ud Asy-Syuraim

yang anda saksikan adalah bacaan tilawah surat Hud dari makkah Al-Mukarramah. oleh Imam Masjidil Haram: Syaikh Su’ud Asy-Syuraim. bacaannya tentang kisah Nabi Nuh alaihissalam. silakan disimak. dan jangan lupa memberikan doanya buat saya. wassalam.

Ya Allah! karuniakan kepada kami bentuk tawakkal yang sempurna, sebagaiman Engkau karuniakan kepada Nabi kita Hud alaihissalam. sungguh tidak akan hina orang yang memberikan wala’ kepadaMu dan tidak akan menang orang yang memusuhiMu.
Ya Allah! karuniakan kepada kami semua surga firdausMu yang tertinggi. Ya Allah! berikan kepada kami semua husnul khatimah.
Ya Allah! masukkan kami ke dalam surgaMu tanpa azab dan siksa.

Add comment Mei 30, 2009

Previous Posts


Islamic calender

Islamic clock

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 17,002 hits

Halaman

Klik tertinggi

Arsip

Tag

agama al-qassam Allah alqassam Amerika Aqidah arab doa hamas hari kiamat hidup hukum ibadah Iraq islam israel jihad jilbab jum`at kalah keutamaan keyakinan khutbah kumpulan mati muhammad Muslim Nabi nashrani palestina pasukan pengecut perang prinsip ramadhan shalat suci sunnah syahid tauhid tentara Umum wanita yahudi yasin

Tulisan Teratas

Kategori

masuk disini:

Komentar Terakhir

bahasa arab

belajar gambar

Berkebun

Blogroll

daurah

Download

jadwal shalat

kirim pertanyaan

Lain-Lain

Murattal

rafidhah

sejarah islam

Situs sunnah

Spam Blocked

Feed

Halaman